PERNIKAHAN RASULULLAH
oleh:
Beta Pujangga Mukti
Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan nikmat dan Karunia-Nya sehingga penulisan makalah dengan judul
“PERNIKAHAN RASULULLAH SAW”
ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada
Nabi Besar Muhammad SAW, para keluarganya, dan para sahabat-sahabatnya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah SIRAH NABAWIYAH. Dalam makalah ini akan dibahas tentang pernikahan Rasulullah
SAW serta maksud dan tujuan beliau dalam mempersunting wanita-wanita yang
terpilih.
“Tak ada gading yang tak retak” dan permohonan maaf kami
pribadi apabila di dalam penulisan makalah ini banyak terdapat kesalahan. Kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar dapat memperbaiki
kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah selanjutnya. Mudah-mudahan
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi penulis.
Yogyakarta, 29 Mei 2013
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman Sampul...........................................................................................
Kata
Pengantar..............................................................................................
Daftar Isi.......................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
belakang..................................................................................
B. Rumusan
masalah............................................................................
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Rumah
Tangga Rasulullah SAW………………………………….
B.
Maksud
dan Tujuan Rasulullah SAW menikahi wanita-wanita yang
terpilih…………………………….
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan……………………………………………………….
B.
Saran……………………………………………………………...
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Rasulullah SAW
merupakan suri tauladan bagi semua umat manusia. dalam hal leadership, enterpreneurship,
kemiliteran, dan juga dalam hal membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah
warahmah. Selama hidupnya, rasulullah
telah menikahi duabelas orang perempuan. Dari pernikahan ini, rasulullah
memiliki maksud dan tujuan-tujuan yang penting untuk membantu kesuksesan da’wah
beliau dalam menyebarkan agama Islam dan sekaligus ini merupakan petunjuk dari
Allah SWT.
Menurut kacamata sejarawan barat bahwa Nabi
Muhammad SAW telah dianggap sebagai orang yang hipersex, gila wanita, karena
telah menikahi banyak perempuan. Namun statement ini telah terbantahkan dengan
argumen-arguman sejarah yang kuat diantaranya adalah, bahwa andaikata memang
benar bahwa rasul adalah seorang hipersex maka beliu sudah menghentikan
da’wahnya demi perempuan. Karena tatkala da’wah rasul semakin sukses, hal ini
membuat orang-orang kafir Quraisy semakin indignasi
terhadap rasul, sehingga mereka menawari hadiah kepada rasul beberapa wanita
cantik agar rasul menghentikan da’wahnya. Namun rasul menolak dan tetap
meneruskan perjuangan da’wahnya.
Maka dalam
makalah ini akan dibahas mengenai siapa saja perempuan-perempuan yang dinikahi
oleh rasulullah SAW beserta maksud dan tujuan rasul menikahi mereka.
B.
RUMUSAN MASALAH
Adapun masalah-masalah yang akan penulis bahas dalam makalah ini adalah:
1.
Rumah tangga Rasulullah SAW ?
2.
Maksud dan tujuan Rasulullah SAW menikahi wanita-wanita yang terpilih ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Rumah Tangga Rasulullah SAW
Nabi shallallahu Alaihi Wa Sallam berbeda dengan
umatnya, dengan diperbolehkan bagi beliau untuk menikahi wanita lebih dari
empat orang. Banyak tujuan dari pernikahan beliau ini. Wanita yang pernah
terikat perkawinan dengan beliau ada duabelas orang. Diantaranya adalah:
Ø Khadijah binti Khuwailid
Ø Saudah binti Zam’ah
Ø Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq
Ø Zainab binti Jahsy bin Rayyab
Ø Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah
Ø Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan
Ø Juwairiyah binti Al-Harits
Ø Shafiyah binti Huyai bin Akhthab
Ø Maimunah binti Al-Harits
Ø Zainab binti Khuzaimah bin Harits
Ø Mariyah Al-Qibtiyyah
Ø Hafsah binti Umar bin Khattab
B. Maksud dan Tujuan Rasulullah SAW Menikahi wanita-wanita yang terpilih
1.
Khodijah binti Khuwailid
Rasulullah menikah dengan khodijah pada usia dua puluh
lima tahun, sedangkan khodijah sendiri berumur empat puluh tahun. Sebelumnya
hubungan mereka adalah hubungan antara seorang shaahibatul maal (pemilik
modal) dan mudhaarib (business manager). Selama membina rumah tangga
dengan khodijah, Rasulullah dikaruniai enam anak. Dua putra dan empat putri.
Yaitu, Al-Qosim, Abdullah, Zainab,
Ruqoyyah, Ummu Kultsum, Fathimah.
2.
Saudah binti Zam’ah
Saudah binti Zama’ah adalah seorang janda, mantan
suaminya adalah As-Sakran. Suaminya meninggal ketika hijrah ke Habasyah.
Rasulullah kemudian melamar dan menikahi saudah binti zam’ah pada bulan syawal
tahun kesepuluh dari nubuwah, tepatnya beberapa hari setelah Khodijah meninggal
dunia. Dia adalah seorang janda yang berumur 70 tahun, dan saat menikahi Saudah
umur Rasul 52 tahun. Adapun niat Rasul menikahi saudah adalah untuk menjaga
keimanan Saudah dari gangguan kaum musyrikin.
3.
Aisyah binti Abu Bakar As-Siddiq
Selang setahun setelah menikahi Saudah, Rasulullah
kemudian menikahi Aisyah, Yang saat itu Aisyah masih berusia sembilan tahun.
Beliau menikahi Aisyah pada bulan syawal tahun kesebelas dari nubuwwah. Aisyah
merupakan istri yang amat dicintai Rasulullah dan merupakan wanita yang paling
banyak ilmunya di tengah umat. Alasan Rasulullah menikahi Aisyah adalah
merupakan petunjuk Allah. Rasulullah mengajarkan tentang keluarga agar disampaikan kepada para umatnya
kelak. Aisyah banyak menghafal hadits dari Rasulullah.
4. Zainab binti Jahsy bin Rayyab
Dia berasal dari Bani Asad bin Khuzaimah. Sebelumnya dia
adalah istri Zaid bin Haritsah. Lalu Zaid menceraikanya, kemudia Allah
menurunkan ayat Al-Qur’an yang tertuju langsung kepada Rasulullah, “ Maka
tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikanya), kami
kawinkan kamu dengan dia.” (Al-Ahzab: 37). Rasulullah menikahi
Zainab pada bulan sya’ban 6 H. Kala itu Zainab berumur 45 tahun sedangkan Rasul
berumur 56 tahun.
5.
Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah
Dia adalah seorang janda yang pandai berpidato
dan mengajar. mantan suaminya bernama Abu Salamah, yang meninggal pada bulan
Jumdats Tsaniyah tahun 4 H. Lalu dinikahi Rasulullah pada bulan syawal pada
tahun yang sama. Ia dinikahi oleh Nabi pada umur 62 tahun sedangkan Rosul
berumur 56 tahun. Ini merupakan perintah dari Allah agar membantu Nabi
berda’wah dan mengajar wanita.
6.
Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan
Sebelumnya dia adalah istri Ubaidillah bin Jahsy. Bersama
suaminya dia hijrah ke Habasyah. Namun, di sana Ubaidillah murtad dan masuk
agama nashrani dan juga mninggal di sana. Kemudian Rasulullah melamar dan
menikahinya pada bulan Muharram 7 H. Yang saat itu ia berumur 47 tahun
sedangkan Rasul berumur 57 tahun. Rasul ingin menjaga keimanan Ummu Habibah
Ramlah agar tidak murtad.
7.
Juwairiyah binti Al-Harits
Juwairiyah adalah seorang tawanan Bani Al-Musthaliq.
Kemudian Rasulullah menebus dirinya dan menikahinya pada bulan Sya’ban 6 H.
Pada waktu itu umur Juwairiyah adalah 65 tahun sedangkan Rasul berumur 57
tahun. Ini merupakan petunjuk Allah, untuk memerdekakan tawanan dan menjaga
ketauhidan.
8.
Shafiyah binti Huyai bin Akhthab
Dia berasal dari Bani Israil, putri pemimpin quraizah dan
Bani Nadhir. Ia seorang janda, mantan suaminya adalah Kinanah bin Abul Huqaiq.
Kemudian Rasulullah menawarkan Shafiyah untuk masuk islam, lalu Shafiyah
menerima tawaran beliau. Yang akhirnya ia dinikahi oleh Rasulullah, pada tahun 7
H saat ia berumur 53 tahun sedangkan Rasul berumur 58 tahun. Rasulullah ingin
menjaga keimanan Shafiyah dari boikot orang yahudi.
9. Maimunah binti Al-Harits
Rasulullah menikahi Maimunah pada bulan Dzul Qa’dah tahun
7 H saat umrah qadha’ setelah habis masa iddahnya. Saat itu Maimunah berumur 63
tahun sedangkan Rasul berumur 58 tahun. Dinikahi oleh Rasulullah adalah untuk
menjaga dan mengembangkan da’wah di kalangan Bani Nadhir.
10. Zainab binti Khuzaimah bin Harits
Dia berasal dari Bani Hilal bin Amir bin Sha’sha’ah, yang
dijuluki Ummul Masakin (ibunda orang-orang miskin). Dia adalah seorang janda,
nama mantan suaminya adalah Abdullah bin Jahsy, yang mati syahid pada perang
uhud. Ia dinikahi Rasulullah pada tahun
4 H, yang saat itu ia berumur 50 tahun sedangkan Rasulullah berumur 58
tahun. Ini adalah petunjuk Allah Dan Rasulullah memilihnya untuk bersama-sama
menyantuni anak-anak yatim dan orang-orang lemah.
11. Mariyah Al-Qibtiyyah
Mariyah Al-Qibtiyyah adalah seorang budak yang
dihadiahkan oleh raja Muqauqis dari Iskandaria Mesir. Saat dinikahi Rasul ia
berumur 25 tahun sedangkan Rasul berumur 59 tahun. Alasan Rasul menikahi
Mariyah adalah untuk memerdekakan dari perbudakan dan menjaga keimanan Mariyah
Al-Qibtiyyah.
12. Hafsah binti Umar bin Khattab
Hafshah adalah seorang janda yang ditinggal mati
suaminya, yaitu Khunais bin Hudzafah As-Sahmi pada waktu perang Uhud. Hafshah
dinikahi Rasulullah pada tahun 3 H. Saat dinikahi Rasulullah, Hafshah berumur
35 tahun sedangkan Rasul sendiri berumur 61 tahun. Alasan Rasululah menikahi
Hafshah adalah karena petunjuk Allah. Hafshah adalah salah seorang wanita
pertama yang hafal Al-Qur’an 30 Juz. Maka dinikahi oleh Rasulullah agar bisa
menjaga keotentikan Al-Qur’an.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Rasulullah
SAW memiliki maksud dan tujuan untuk menikah dengan para wanita yang telah
dipilihkan oleh Allah SWT yaitu dalam rangka untuk membantu kesuksesan
Rasulullah dalam berda’wah.
Penjelasan dalam makalah ini sekaligus untuk membantah pandangan
orang barat yang menganggap bahwa Rasulullah SAW adalah seorang hipersek atau
gila wanita.
B.
SARAN
Dengan berbagai ungkapan yang telah kami
buat, maka dari itu kami menerima masukan-masukan ataupun kritikan dan saran yang sifatnya
membangun. Dan bisa menjadi perbaikan untuk ke depannya di dalam pembuatan
makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Syaikh
Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, (Jakarta: Pustaka
Al-Kautsar, 1997).
Antonio,
Muhammad Syafii. Muhammad SAW The Super Leader Super Manager, (Agustus
2007).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar