Jumat, 05 Juni 2015

PERNIKAHAN RASULULLAH
oleh:
Beta Pujangga Mukti

Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan Karunia-Nya sehingga penulisan makalah dengan judul “PERNIKAHAN RASULULLAH SAW” ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, para keluarganya, dan para sahabat-sahabatnya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah SIRAH NABAWIYAH. Dalam makalah ini akan dibahas tentang pernikahan Rasulullah SAW serta maksud dan tujuan beliau dalam mempersunting wanita-wanita yang terpilih.
“Tak ada gading yang tak retak” dan permohonan maaf kami pribadi apabila di dalam penulisan makalah ini banyak terdapat kesalahan. Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar dapat memperbaiki kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah selanjutnya. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi penulis.

Yogyakarta, 29 Mei 2013

Penulis




                                                           DAFTAR ISI

Halaman Sampul...........................................................................................
Kata Pengantar..............................................................................................
Daftar Isi.......................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar belakang..................................................................................
B.     Rumusan masalah............................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A.    Rumah Tangga Rasulullah SAW………………………………….
B.     Maksud dan Tujuan Rasulullah SAW                                                             menikahi wanita-wanita yang terpilih…………………………….
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan……………………………………………………….
B.     Saran……………………………………………………………...
DAFTAR  PUSTAKA……………………………………………………
                                         





BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Rasulullah SAW merupakan suri tauladan bagi semua umat manusia.  dalam hal leadership, enterpreneurship, kemiliteran, dan juga dalam hal membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.  Selama hidupnya, rasulullah telah menikahi duabelas orang perempuan. Dari pernikahan ini, rasulullah memiliki maksud dan tujuan-tujuan yang penting untuk membantu kesuksesan da’wah beliau dalam menyebarkan agama Islam dan sekaligus ini merupakan petunjuk dari Allah SWT.
 Menurut kacamata sejarawan barat bahwa Nabi Muhammad SAW telah dianggap sebagai orang yang hipersex, gila wanita, karena telah menikahi banyak perempuan. Namun statement ini telah terbantahkan dengan argumen-arguman sejarah yang kuat diantaranya adalah, bahwa andaikata memang benar bahwa rasul adalah seorang hipersex maka beliu sudah menghentikan da’wahnya demi perempuan. Karena tatkala da’wah rasul semakin sukses, hal ini membuat orang-orang kafir Quraisy semakin indignasi terhadap rasul, sehingga mereka menawari hadiah kepada rasul beberapa wanita cantik agar rasul menghentikan da’wahnya. Namun rasul menolak dan tetap meneruskan perjuangan da’wahnya.
Maka dalam makalah ini akan dibahas mengenai siapa saja perempuan-perempuan yang dinikahi oleh rasulullah SAW beserta maksud dan tujuan rasul menikahi mereka.         

B.     RUMUSAN MASALAH
Adapun masalah-masalah yang akan penulis bahas dalam makalah ini adalah:

1.      Rumah tangga Rasulullah SAW ?
2.      Maksud dan tujuan Rasulullah SAW menikahi wanita-wanita yang terpilih ?


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Rumah Tangga Rasulullah SAW
Nabi shallallahu Alaihi Wa Sallam berbeda dengan umatnya, dengan diperbolehkan bagi beliau untuk menikahi wanita lebih dari empat orang. Banyak tujuan dari pernikahan beliau ini. Wanita yang pernah terikat perkawinan dengan beliau ada duabelas orang. Diantaranya adalah:
Ø  Khadijah binti Khuwailid
Ø  Saudah binti Zam’ah
Ø  Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq
Ø  Zainab binti Jahsy bin Rayyab
Ø  Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah
Ø  Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan
Ø  Juwairiyah binti Al-Harits
Ø  Shafiyah binti Huyai bin Akhthab
Ø  Maimunah binti Al-Harits
Ø  Zainab binti Khuzaimah bin Harits
Ø  Mariyah Al-Qibtiyyah
Ø  Hafsah binti Umar bin Khattab



B.     Maksud dan Tujuan Rasulullah SAW Menikahi wanita-wanita yang terpilih
1.      Khodijah binti Khuwailid
Rasulullah menikah dengan khodijah pada usia dua puluh lima tahun, sedangkan khodijah sendiri berumur empat puluh tahun. Sebelumnya hubungan mereka adalah hubungan antara seorang shaahibatul maal (pemilik modal) dan mudhaarib (business manager). Selama membina rumah tangga dengan khodijah, Rasulullah dikaruniai enam anak. Dua putra dan empat putri. Yaitu,  Al-Qosim, Abdullah, Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum, Fathimah.
2.      Saudah binti Zam’ah
Saudah binti Zama’ah adalah seorang janda, mantan suaminya adalah As-Sakran. Suaminya meninggal ketika hijrah ke Habasyah. Rasulullah kemudian melamar dan menikahi saudah binti zam’ah pada bulan syawal tahun kesepuluh dari nubuwah, tepatnya beberapa hari setelah Khodijah meninggal dunia. Dia adalah seorang janda yang berumur 70 tahun, dan saat menikahi Saudah umur Rasul 52 tahun. Adapun niat Rasul menikahi saudah adalah untuk menjaga keimanan Saudah dari gangguan kaum musyrikin.
3.      Aisyah binti Abu Bakar As-Siddiq
Selang setahun setelah menikahi Saudah, Rasulullah kemudian menikahi Aisyah, Yang saat itu Aisyah masih berusia sembilan tahun. Beliau menikahi Aisyah pada bulan syawal tahun kesebelas dari nubuwwah. Aisyah merupakan istri yang amat dicintai Rasulullah dan merupakan wanita yang paling banyak ilmunya di tengah umat. Alasan Rasulullah menikahi Aisyah adalah merupakan petunjuk Allah. Rasulullah mengajarkan tentang  keluarga agar disampaikan kepada para umatnya kelak. Aisyah banyak menghafal hadits dari Rasulullah.
4.      Zainab binti Jahsy bin Rayyab
Dia berasal dari Bani Asad bin Khuzaimah. Sebelumnya dia adalah istri Zaid bin Haritsah. Lalu Zaid menceraikanya, kemudia Allah menurunkan ayat Al-Qur’an yang tertuju langsung kepada Rasulullah, “ Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikanya), kami kawinkan kamu dengan dia.” (Al-Ahzab: 37). Rasulullah menikahi Zainab pada bulan sya’ban 6 H. Kala itu Zainab berumur 45 tahun sedangkan Rasul berumur 56 tahun.
5.         Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah
Dia adalah seorang janda yang pandai berpidato dan mengajar. mantan suaminya bernama Abu Salamah, yang meninggal pada bulan Jumdats Tsaniyah tahun 4 H. Lalu dinikahi Rasulullah pada bulan syawal pada tahun yang sama. Ia dinikahi oleh Nabi pada umur 62 tahun sedangkan Rosul berumur 56 tahun. Ini merupakan perintah dari Allah agar membantu Nabi berda’wah dan mengajar wanita.
6.      Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan
Sebelumnya dia adalah istri Ubaidillah bin Jahsy. Bersama suaminya dia hijrah ke Habasyah. Namun, di sana Ubaidillah murtad dan masuk agama nashrani dan juga mninggal di sana. Kemudian Rasulullah melamar dan menikahinya pada bulan Muharram 7 H. Yang saat itu ia berumur 47 tahun sedangkan Rasul berumur 57 tahun. Rasul ingin menjaga keimanan Ummu Habibah Ramlah agar tidak murtad.
7.      Juwairiyah binti Al-Harits
Juwairiyah adalah seorang tawanan Bani Al-Musthaliq. Kemudian Rasulullah menebus dirinya dan menikahinya pada bulan Sya’ban 6 H. Pada waktu itu umur Juwairiyah adalah 65 tahun sedangkan Rasul berumur 57 tahun. Ini merupakan petunjuk Allah, untuk memerdekakan tawanan dan menjaga ketauhidan.
8.      Shafiyah binti Huyai bin Akhthab
Dia berasal dari Bani Israil, putri pemimpin quraizah dan Bani Nadhir. Ia seorang janda, mantan suaminya adalah Kinanah bin Abul Huqaiq. Kemudian Rasulullah menawarkan Shafiyah untuk masuk islam, lalu Shafiyah menerima tawaran beliau. Yang akhirnya ia dinikahi oleh Rasulullah, pada tahun 7 H saat ia berumur 53 tahun sedangkan Rasul berumur 58 tahun. Rasulullah ingin menjaga keimanan Shafiyah dari boikot orang yahudi.
9.      Maimunah binti Al-Harits
Rasulullah menikahi Maimunah pada bulan Dzul Qa’dah tahun 7 H saat umrah qadha’ setelah habis masa iddahnya. Saat itu Maimunah berumur 63 tahun sedangkan Rasul berumur 58 tahun. Dinikahi oleh Rasulullah adalah untuk menjaga dan mengembangkan da’wah di kalangan Bani Nadhir.


10.  Zainab binti Khuzaimah bin Harits
Dia berasal dari Bani Hilal bin Amir bin Sha’sha’ah, yang dijuluki Ummul Masakin (ibunda orang-orang miskin). Dia adalah seorang janda, nama mantan suaminya adalah Abdullah bin Jahsy, yang mati syahid pada perang uhud. Ia dinikahi Rasulullah pada tahun  4 H, yang saat itu ia berumur 50 tahun sedangkan Rasulullah berumur 58 tahun. Ini adalah petunjuk Allah Dan Rasulullah memilihnya untuk bersama-sama menyantuni anak-anak yatim dan orang-orang lemah. 
11.  Mariyah Al-Qibtiyyah
Mariyah Al-Qibtiyyah adalah seorang budak yang dihadiahkan oleh raja Muqauqis dari Iskandaria Mesir. Saat dinikahi Rasul ia berumur 25 tahun sedangkan Rasul berumur 59 tahun. Alasan Rasul menikahi Mariyah adalah untuk memerdekakan dari perbudakan dan menjaga keimanan Mariyah Al-Qibtiyyah.
12.  Hafsah binti Umar bin Khattab
Hafshah adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya, yaitu Khunais bin Hudzafah As-Sahmi pada waktu perang Uhud. Hafshah dinikahi Rasulullah pada tahun 3 H. Saat dinikahi Rasulullah, Hafshah berumur 35 tahun sedangkan Rasul sendiri berumur 61 tahun. Alasan Rasululah menikahi Hafshah adalah karena petunjuk Allah. Hafshah adalah salah seorang wanita pertama yang hafal Al-Qur’an 30 Juz. Maka dinikahi oleh Rasulullah agar bisa menjaga keotentikan Al-Qur’an.


BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Rasulullah SAW memiliki maksud dan tujuan untuk menikah dengan para wanita yang telah dipilihkan oleh Allah SWT yaitu dalam rangka untuk membantu kesuksesan Rasulullah dalam berda’wah.
Penjelasan dalam makalah ini sekaligus untuk membantah pandangan orang barat yang menganggap bahwa Rasulullah SAW adalah seorang hipersek atau gila wanita.
B.     SARAN    
Dengan berbagai ungkapan yang telah kami buat, maka dari itu kami menerima masukan-masukan  ataupun kritikan dan saran yang sifatnya membangun. Dan bisa menjadi perbaikan untuk ke depannya di dalam pembuatan makalah selanjutnya.








DAFTAR PUSTAKA
Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 1997).
Antonio, Muhammad Syafii. Muhammad SAW The Super Leader Super Manager, (Agustus 2007).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar