Rabu, 28 September 2016

Seindah senyum di pagi ini

Mungkin kita akan menggerutu, atau bahkan protes kepada Tuhan. Mengapa Ia menurunkan hujan yang begitu derasnya, disertai suara petir yang menggelegar, sampai-sampai memekakkan telinga, langit tak lagi nampak cerah dan indah, karena awan hitam telah menutupinya, ia nampak seperti akan terjadi keburukan.

Pernahkah kita berpikir sejenak untuk merenungkan, bahwa setelah turunya hujan yang disertai petir dan awan hitam, akan datang pelangi yang cantik dan elok saat dipandang.
Bukankah awan hitam itu akan segera berubah menjadi awan putih yang suci. Sehingga kita akan melihat kejernihan-kejernihan yang dinampakkan oleh langit.

Setelah keburukan, pasti akan datang kebaikan.
Setelah kesusahan, pasti akan ada kemudahan.
Bahkan satu masalah, Tuhan menyediakan dua solusi untuk menyelesaikannya.

Malam yang penuh kegelapan, rasa dingin yang menyergap, ketakutan yang terus menghantui, semua itu akan musnah, karena akan segera berganti dengan pagi yang cerah, disambut mentari yang menghangatkan, dan harapan pun merekah berkembang-kembang.


Seulas senyuman di pagi yang penuh kebahagiaan, menjadi tanda syukur atas segala nikmat Tuhan yang telah dianugerahkan.

#29 september 2016

Senin, 26 September 2016

Seindah Senyum di Pagi Ini


Apa yang sering kita keluhkan, selalu ada peluang di baliknya.
Apa yang sering membuat kita putus asa, selalu ada kebahagiaan di dalamnya.
Apa yang sering kita anggap buruk, ternyata selalu ada kebaikan setelahnya.
Manusia terlalu cepat menilai sebuah proses, bahkan ia hampir-hampir menyerah menjalaninya, padahal tinggal selangkah lagi ia akan sampai pada tujuannya.
Bukankah kita punya Tuhan, Yang Maha besar, lebih besar dari masalah-masalah hidup.
Yang maha sayang kepada kita, lebih dari sayang kita terhadap diri sendiri.
Yang Maha tahu, apa yang terbaik untuk keberlanjutan hidup kita.
Dialah segalanya, kepada-Nya kita serahkan segala urusan, dan memohon agar asa dalam hidup ini selalu ditumbuhkan.
Jika kita Yakin, bahwa Tuhan selalu menyertai langkah perjuangan setiap hamba, tentu kata “Menyerah” dan “Putus Asa” tidak ada dalam kamus kehidupan kita.
Bersegeralah menuju rahmat Tuhan, yang mampu mengalirkan asa tiada bertepi.
Sebutlah ia dalam doa, biarkan ia menaiki tangga-tangga langit. Mengalir bersama desir, memberi kabar tentang segala debar.
Sambutlah ia dengan seuntai senyum manis di setiap awal pagi.

#27 September 2016 by: Beta Pujangga Mukti


Jumat, 23 September 2016

Image result for anies sandiaga


usut punya usut.
dari sejak awal PDI P sudah geram dengan tingkah lakunya si Ahok, yang sok petentang-petenteng, sok PD maju lewat jalur independet. hingga sampai pada keputusan tidak akan mencalonkan Ahok di bursa calon Gubernur DKI.
so, PDI P segera mencari cara untuk memulai manuver politiknya. Gak mungkin kan, parpol sebesar PDI P, yang mempunyai jumlah kursi terbanyak di DPR Jakarta, tidak bisa mencalonkan untuk kursi gubernur DKI?
menurut analisis saya, bisa jadi itulah mengapa Anies Baswedan dicopot dari menteri pendidikan dan kebudayaan, agar dia bisa dicalonkan oleh PDI P untuk maju jd Gubernur DKI, sekaligus menjadi penantang Ahok. karena faktanya bu Risma yang digadang-gadang maju, justru beliau lebih memilih dan masih cinta dengan warga kota Surabaya.
tapi akhirnya, analisis saya sepertinya meleset, sekarang PDI P yang awalnya gengsinya minta ampun dukung Ahok, kini justru terang-terangan mendukung Ahok.
lantas bagaimana dengan Anies Baswedan?
sepertinya PDI P berkeyakinan penuh, bahwa Ahok tetaplah yang akan terpilih kembali, karena didukung dengan elektabilitas Ahok yang belum terkalahkan.
karena Anies dilepas oleh PDI P, akhirnya Jendral Prabowo melihat peluang itu. dan pada akhirnya, Grindra dan PKS sepakat dan mendeklarasikan telah mengusung Anies-Sandiaga sebagai cagub/cawagub DKI Jakarta.
masyarakat dan publik menyambut baik dua calon tersebut, dan membuat angin segar bagi umat Islam, bahwa InsyaAllah Jakarta tidak akan dipimpin oleh pemimpin Non Muslim.
tapi tiba-tiba suasana dibuat agak keruh lagi ketika kubu Cikeas yang tadinya pro bersatu melawan Ahok, kini mereka justru punya calon sendiri. Agus-Sylviana.
apakah ini semata-mata memang ingin berniat memecah belah?
atau justru ini termasuk langkah strategi untuk mengalahkan Ahok?
kita tahu bukan, kalau SBY sosok politikus ulung. yang kadang sering membuat mati kutu PDI P.
jika memang ini langkah strategi, baik dari kubu Gerindra-PKS atau dari kubu Cikeas, semoga ini jalan terbaik untuk mengalahkan Ahok.
semoga saja strategi ini tidak membuat Blunder.
kita tetap optimis, masih ada calon-calon pemimpin yang akan memimpin Jakarta, yang lebih cerdas, yang lebih manusiawi, dan lebih pro kepada rakyat Jakarta, bukan malah pro sama Antek-Antek Bedebah!!!.

#Suara Minor Rakyat Luar Jakarta, yang ingij Jakarta lebih baik.

Kamis, 22 September 2016

surat balasanku

                                                  Image result for menulis surat cinta

google images

Salam untuk putri langit.
Aku sudah membaca suratmu putri.
Beberapa waktu cukup lama aku tak membalas surat balasan darimu.
Bukan berarti aku tak mau membalasnya, namun lebih kepada pertimbangan psikologis.
Mungkin saat ini suasana masih nampak keruh bukan?. Biarkan keruh itu luruh menjadi bening dulu, agar kita dapat melihat kejernihan-kejernihan di dalamnya.

Sungguh, dalam surat balasanku kali ini, aku tak mau memperpanjang lagi soal siapa yang salah dan siapa yang benar. Anggap saja di antara kita sudah saling introspeksi pada diri sendiri. Setuju kan?.

Untukmu putri,
Tetaplah menjadi dirimu sendiri, prinsip dan konsep diri yang sudah engkau bangun sejak dulu, pertahankan. Saya kira, dan engkaupun pasti juga sudah memahami betul, bahwa kita tidak perlu menjadi diri menurut pandangan orang lain, atau diubah karena kondisi atau sikap dari luar. Toh yang menilaimu Tuhan, karena di situlah letak kesejatiannya dirimu. Bukan menurut penilaian manusia. maaf, aku tak bermaksud mengguruimu.

Termasuk soal perfeksionismu prihal jodoh. Pertahankan putri, justru engkau akan melihat siapa saja yang akan bertahan dan menggigihkan usahanya untuk menyandingmu.
Semoga engkau tak akan marah, jika kusematkan nama putri langit untukmu.
Sudahlah, kita sudah sama-sama dewasa bukan?. Soal memandang cinta, masihkah kita akan cengeng, lemah, atau bahkan pengecut menghadapinya. Sampai berdoa kepada Tuhan untuk dikuatkan terhadap cinta yang melemahkan.

Kalau ada orang yang lemah karena cinta, jangan salahkan cintanya, tapi salahkan orangnya. Kalau ada orang yang dibuat jatuh karena cinta, lagi-lagi jangan menghukumi salah terhadap cintanya, tapi hukumilah orangnya. Kalau ada orang yang pengecut karena cinta, sekali lagi, bukan cintanya, tapi orangnyalah yang pengecut sesungguhnya.
Aku yakin, engkau lebih tahu dalam bersikap dan memilih mana yang terbaik untuk dilakukan.
Ah, sudahlah. Lebih baik kita membicarakan karya apa yang sudah kita buat dan dedikasikan untuk memotivasi dan menggerakkan orang lain. Setuju?

Sudah berapa karya yang terlahir dari tangan dan imaji hebatmu putri?, setelah karyamu sebelumnya.

Tahukah engkau putri, aku pun sedang belajar mengikuti jejakmu yang lebih dulu melenggang di dunia kepenulisan. Kabar baiknya, karyaku kini sudah diterima oleh penerbit. Jika Allah menghendaki, sebelum aku wisuda pada 22 Oktober, karyaku sudah diterbitkan. Mohon doa darimu putri, semoga semuanya berjalan sesuai yang direncanakan.

Di suratku sebelumnya, engkau mungkin merasa seolah aku menjastifikasi sikapmu. Atau seolah aku nampak menyerah untuk meraihmu?. Bukan putri, sungguh bukan itu maksudku. Ah sudahlah, padahal aku sedang berupaya menyeimbangimu, atau lebih tepatnya berusaha menjadi seperti exspektasimu.

Engkau mungkin tahu kisah Sir Edmund Hillary, dia orang pertama kali yang berhasil mendaki dan mencapai puncak gunung tertinggi di dunia, mount Everest. Dalam usahanya mendaki Everest, ia ditemani oleh seorang pemandu lokal, Tenzing Norgay, yang berasal dari Nepal. Sebagai pemandu, Tenzing Norgay berada di depan, dan seharusnya dia yang pertama menjejakkan kaki di puncak Everest.

Tapi kata Tenzing Norgay ketika diwawancarai oleh seorang reporter, “Pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya mempersilahkan Edmund untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama yang berhasil menaklukkan Everest.”

“Mengapa anda lakukan itu?”

Tenzing Norgay menjawab dengan keramahan yang sangat tulus. Saking tulusnya, kedua pipinya berseri-seri. “Karena itulah impian Edmund, bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantar Edmund meraih impiannya.”
Apakah berlebihan, jika aku mengatakan, “Aku ingin menjadi Tenzing Norgay-mu. Aku ingin menemanimu, selalu menyertaimu dalam setiap langkahmu, sampai kamu mencapai impian terbesarmu.”

Itulah alasanku, mengapa kuyakinkan langkahku dan kugigihkan usahaku.
Tapi aku tegaskan putri, jika engkau mengatakan akan bisa bahagia ketika orang yang engkau cinta bersanding dan dimiliki orang lain. Aku pun sama, bisa.

Mungkin, inilah balasan surat yang bisa kutulis untukmu putri. Mungkin engkau bingung dengan isi suratku, hendak mengarah kemana dan apa maksudanya. Tapi, apa yang keluar dari hatiku, itulah yang mengilhamiku untuk menulis surat balasan ini.

Doaku selalu menyertaimu.

#balasan surat, untuk putri langit.