Selasa, 03 Maret 2015

Hambatan-hambatan Komunikasi
Dalam Berdakwah
Oleh: Beta Pujangga Mukti

1.      Hambatan Sosiologis

Hambatan ini sering saya alami ketika berada dalam lingkungan masyarakat yang bisa dikatakan elite atau kalangan masyarakat yang berpendidikan. Apalagi misalkan saya masih berstatus sebagai mahasiswa, yang belum cukup memiliki jam terbang tinggi dalam berdakwah. Saya akan berhadapan dengan orang-orang yang status pendidikannya lebih tinggi dari saya, sarjana, master, atau doktor, bahkan profesor. Seandainya saya berkesempatan berdakwah di lingkungan masyarakat yang demikian, tentu akan menjadi hambatan bagi diri saya sendiri. Oleh karena itu, saya akan berdakwah dengan pendekatan yang berbeda dengan ketika saya berdakwah di masyarakat yang biasa atau awam. Dari segi bergaulnya, kata-kata yang harus saya sampaikan, dll.
2.      Hambatan Antropologis
Dalam masyarakat tertentu, pasti memiliki tradisi masing-masing atau ritual-ritual yang bisa jadi telah mendarah daging atau tetap dilestarikan. Sebagai seorang da’i atau muballigh ketika berdampingan dengan masyarakat tertentu, dengan ras, suku, atau budaya yang berbeda-beda, maka harus bisa menyesuaikan diri. Ketika para da’i kurang bisa menyesuaikan diri, hal ini akan menjadi hambatan dalam berdakwah. Seorang da’i atau muballigh tidak bisa memaksakan kehendaknya dalam berdakwah, dia harus melihat kondisi jamaahnya, kondisi masyarakat yang dibimbingnya. Dalam rangka mengubah masyarakat dari kurang baik menjadi baik harus bertahap.
3.      Hambatan Psikologis
Dalam berdakwah, seorang da’i atau muballigh harus jeli dan cerdas melihat kondisi psikologis jamaahnya. Mana mungkin kita berdakwah, memberi nasehat, berkoar-koar di atas mimbar, namun keadaan jamaah kita dalam keadaan kelaparan misalkan, ekonomi di bawah rata-rata, dll. Tentu sebagai seorang da’i atau muballigh, dalam berdakwah, kita juga perlu memperhatikan nasib jamaah kita. Kalau ekonomi tercukupi, atau paling tidak kondisi perut tidak kosong, apa yang kita sampaikan tentu juga akan bisa diterima dengan maksimal.  
4.      Hambatan Semantis
Dalam berdakwah, saya harus melihat siapa obyek yang akan saya dakwahi. Mana mungkin  saya menyampaikan ceramah dengan bahasa ilmiah kepada para jamaah yang masih awam. Sebaliknya saya tidak akan menggunakan bahasa-bahasa awam ketika memberi ceramah kepada jamaah yang elite atau berpendidikan. Jadi saya harus proporsional, menempatkan sesuatu pada tempatnya. Namun yang menjadi kendala atau hambatan adalah, ketika seorang da’i atau muballigh yang tidak bisa berbahasa jawa, harus berdakwah di masyarakat yang basisnya adalah jawa, tentu ini akan membuat sulit bagi da’i tersebut.
5.      Hambatan Mekanis
Saat kita berdakwah, berceramah misalkan, terjadi gangguan microphone, hal ini akan menghambat pesan yang ingin kita sampaikan kepada para jamaah.
6.      Hambatan Ekologis
Hambatan ini berkaitan dengan alam. Kita akan terhambat untuk berdakwah saat lingkungan dilanda banjir, angin kencang, hujan lebat, dan gangguan-gangguan lingkungan lainya, sehingga mengakibatkan materi atau pesan yang kita sampaikan terhalang atau kurang maksimal.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar