KARENA AKHLAKMU ADALAH NILAI DIRIMU
Oleh : Beta Pujangga Mukti
alumni angkatan ke-4 SMA Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen
PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah) Yogyakarta
Pepatah inggris
mengatakan, “You are what you think, you are what you eat, you are what you
dress, you are what you do, and your character is your personality”. Pesan
yang disampaikan dari pepatah tersebut adalah, apabila fikiranmu baik, apa yang
kamu makan baik, gaun yang kamu kenakan baik, apa yang kamu lakukan selalu
mencerminkan pribadi luhur, maka sudah pasti karakter dan akhlak mu akan baik. Your
character is your personality, karaktermu adalah kepribadianmu, akhlakmu
adalah cerminan perilakumu. Allah adalah sang maha baik dan hanya menerima
sesuatu yang baik pula. Innallaaha jamiilun yuhibbu al-jamaala (Allah
itu maha baik dan menyukai hal yang baik).
Sebaliknya apabila
yang kamu fikirkan, kamu makan, kamu kenakan, dan yang kamu lakukan sesuatu hal
buruk, maka itulah cerminan akhlak dan kepribadianmu. Tentu Allah akan berpaling
dari orang yang melakukan keburukan. Akhlak yang baik akan menimbulkan perilaku
yang baik, dan perilaku yang baik akan membentuk karakter dan kepribadian yang
luhur.
Secara bahasa (lughatan) akhlaq dalam bahasa arab
adalah bentuk jamak dari khuluq yang berarti budi pekerti, perangai,
tingkah laku atau tabiat. Berakar dari kata khalaqa yang berarti
menciptakan. Seakar dengan kata Khaliq (pencipta), makhluq (yang
diciptakan) dan khalq (penciptaan). Dari pengertian akhlak secara bahasa
tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku seseorang terhadap orang lain dan
lingkunganya baru dikatakan mengandung nilai akhlak apabila tindakan atau
perilaku tersebut didasarkan kepada kehendak sang Khaliq (Tuhan). Akhlak
bukan saja merupakan tata aturan atau norma perilaku yang mengatur hubungan
antar sesama manusia, tetapi juga yang mengatur hubungan antara manusia dengan
Tuhan dan bahkan dengan alam semesta sekalipun. Secara istilah, menurut Imam
al-Ghazali akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang yang menimbulkan
perbuatan-perbuatan positif yang dapat dikerjakan dengan mudah.
Akhlak yang baik adalah ketika kita berada di rumah bercengkrama
dengan kedua orang tua maka sebagai anak kita harus patuh dan berbakti kepada
keduanya, ketika mendapati teman dalam keadaan susah maka kita bantu, apabila
kita bertemu dan bergaul dengan seorang guru maka seharusnya kita bersikap dan
bertutur kata yang lembut dan santun, di lingkungan masyarakat menjadi contoh
dan teladan yang baik. Tentu masih banyak lagi contoh akhlak yang baik dalam
kehidupan sehari-hari kita. Yang penting adalah bagaimana kita bisa menjadikan
akhlak yang baik tersebut menjadi seragam kita dalam kehidupan sehari-hari.
Saat ini tidak
jarang kita temukan orang-orang di sekeliling kita yang memiliki akhlak dan
perangai yang buruk. Terhadap temanya dia acuh, tidak mau membantu baik dalam
keadaan suka maupun duka, Padahal dalam hadits disebutkan, belum dikatakan
beriman seseorang apabila dia belum mencintai saudaranya seperti dia mencintai
dirinya sendiri. Terhadap guru, ustadz, perilakunya tidak sopan, tutur katanya
selalu menyakiti, padahal merekalah orang tua kedua kita, dari perjuangan dan kasih
sayang merekalah kita menjadi kaum yang terdidik dan tercerdaskan, sehingga
kita dapat meraih kesuksesan di masa depan. Terhadap orang tua budi pekertinya
tidak baik, tidak patuh, dan bahkan ada yang durhaka kepada ayah bundanya. Naudzubillahimindzalik.
Rasullullah bersabda, “Ridhaallahi fi ridha waliddain wa sukhtullahi sukhtu
waliddain”, ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, murka Allah tergantung pada murka orang tua. Mudah-mudahan
kita terhindar dari perangai-perangai buruk tersebut.
Dalam masyarakat pun kita juga harus menjunjung tinggi norma dan
aturan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Saat ini tidak sedikit anak-anak
remaja yang terjerumus dan perilakunya tidak lagi mengindahkan norma-norma
dalam masyarakat. Bahkan perilakunya sudah dianggap sebagai aib baik untuk
masyarakat itu sendiri maupun aib bagi keluarga. Misalkan free sex,
minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, melihat video yang tidak sepantasnya
dilihat, dll. Mereka sudah tidak punya lagi rasa malu, tidak ada lagi akhlak
dalam dirinya. Padahal Islam mengajarkan, “al-hayaau syu’batun min al-iman”
malu adalah sebagian dari iman. Dia tidak lagi punya rasa malu kepada
diri-sendiri, kepada masyarakat, kepada keluarga, terlebih dia tidak malu kepada
allah swt. Apabila dia sudah tidak punya
rasa malu maka dia tidak lagi punya iman. Apabila dia sudah tidak punya iman
maka berbagai cara dia lakukan, dia lupa bahwa Allah melihat setiap gerak-gerik
manusia dan kelak Allah akan membalasnya. Naudzubillahimindzalik.
Terlebih kepada saudariku, kaum perempuan. Tidak sedikit dari
golongan kalian yang terjerumus ke lembah kehinaan. Karena tidak pandai menjaga
akhlak diri dan kehormatan. Rasulullah bersabda “Dunia ini adalah perhiasan,
dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah”. Kecantikan seorang
wanita adalah terletak pada akhlaknya. Apabila dia baik, baik pula akhlaknya.
Namun apabila perangainya buruk, buruk pula akhlaknya.
Orang tua, guru dan ustadzah kalian tidak ingin disebut gagal dengan pendidikanmu
yang tidak membawa keselamatanmu di akhirat. Mereka tidak rela melihat pakainnmu yang separoh
hati kau kenakan, sebagian badanmu tertutup dan sebagian lagi terbuka. Mereka tidak ingin kau dihinakan oleh mata jalang
hamba hawa nafsu. Maka perhatikan bahwa dirimu harus kau mulyakan. Berdandanlah
dengan dandanan yang berwibawa dihadapan perampok-peramopok kehormatan.
Jadikanlah mereka takut mendekatimu dan jera jika mereka berusaha menjailimu.
Jangan kau rendahkan dirimu dengan kau umbar tubuhmu disana sini. Sebab jika
dirimu tidak bisa menghargai dirimu sendiri maka orang lainpun tidak
menghargaimu.
Kemulyaanmu wahai saudariku adalah pada kepribadianmu. Jika engkau berwibawa
dan mulya maka lelaki jalang hamba hawa nafsupun akan enggan mendekatimu.
Senyummu amat mahal jangan kau berikan kepada semua orang sebab tidak semua
orang tahu nilai senyummu. Suaramu pun adalah nilai dirimu. Jangan bersuara
yang mengundang nafsu di hadapan bagundal iblis sehingga mereka meremehkanmu.
Telah banyak gadis-gadis seumurmu telah direndahkan oleh mereka. Lihatlah di
sekitarmu, anak gadis sebaya denganmu telah tenggelam dalam kenistaan. Songsonglah
masa depanmu dengan penuh kemulyaan. Pesan sederhana dari seorang pujangga
diatas mudah-mudahan bisa menjadi perhatian dan introspeksi diri.
Begitu berharganya nilai sebuah akhlak di hadapan Allah
dan Rasul-Nya, sehingga Rasulullah saw
bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kamu dan yang
paling dekat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlak-nya”
(Riwayat Ibnu Majah). Semua umat Islam dari ujung Maroko sampai ujung Marauke
selalu berharap kelak di hari kiamat akan mendapatkan syafa’at dari baginda
Rasulullah saw. Namun Rasul telah menjamin bagi siapa yang memiliki akhlak yang
baik maka kelak ia akan duduk bersama Rasulullah saw. Subhanallah, insan mana
yang tidak ingin mendapat syafa’at beliau. Kuncinya adalah berakhlak mulia. Wallahu
a’lam bishowaab.
Di ujung tulisan ini saya ingin
menyampaikan kepada saudara saudariku bahwa permata itu indah tetapi manusia
yang berakhlak mulia lebih indah daripada segala permata yang terindah. Your
akhlaq is your personality. Mari kita berdo’a agar Allah senantiasa
membimbing kita untuk menjadikan diri kita menjadi insan yang berakhlak mulia.
الهم كما حسنت خلقي وحسن خلقي
“Ya
Allah, sebagaimana Engkau telah cantikkan rupaku, maka cantikkanlah juga
akhlakku”
(HR.
Ahmad & Ibnu Hibban)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar