Jumat, 10 Maret 2017

Sebuah Kebodohan Rasa

Sebuah Kebodohan Rasa

Sumber: googleimages

"Cinta selalu indah. Salah memilih kekasih dan salah mencintai adalah perusak keindahan cinta. Maka, jangan salahkan cinta. cinta hanya memperlakukanmu seindah pekertimu."
   -Mario Teguh-

Prihal apa yang membuat rasa menjadi bodoh. Tak tahu lagi mana yang jernih dan mana yang keruh. Ia tak mampu lagi mengalirkan kejernihan dan kebeningan dalam rasa, melainkan kekotoran dan kerusakan yang mengalirinya hatta ujung tak bertepi. Ia bagaikan limbah, yang kotor, hina, keji dan sungguh mematikan apapun yang dilaluinya. Sungai cinta yang awalnya jernih, ternodai oleh limbah dosa dan nista. Keindahan-keindahan yang awalnya nampak begitu memesona, berubah menjadi pemandangan yang sungguh tak nikmat dipandang oleh mata. Taukah engkau apakah prihal itu? Yang telah membodohi rasamu, mengotori sungai cintamu. Prihal itu adalah “Pacaran”.
Pacaran adalah sebuah kebodohan rasa yang terlanjur kau sebut dengan cinta. Megatasnamakan cinta di atas kebodohan, di atas dosa dan kenistaan. Jamak orang salah memahami cinta. Karena cinta yang dibangun adalah cinta akan nafsu, cinta akan kenikmatan sesaat, dan cinta yang menjerumuskan pemiliknya ke jurang kemaksiatan. Cinta yang dibangun di atas nama “Pacaran”, melihat cintanya hanya pada manfaat bukan martabat. Ketika manfaatnya dirasa tak lagi nikmat, dan paras tak lagi memikat, ia akan pergi berlalu, meninggalkan cintanya untuk berlabuh ke cinta yang lain. Lantas pihak mana yang paling dirugikan dan diuntungkan. Tentu pihak wanita yang dirugikan, rasanya sudah habis martabatnya hingga tak bersisa. Sedangkan laki-lakinya pergi meninggalkan, dengan membawa rasa nikmat penuh keuntungan.
Sungguh, engkau menjadi wanita yang malang ketika cintamu kau berikan kepada laki-laki yang salah, pun cara kau menjemput cintamu, dengan cara yang tak berkah. Laki-laki yang semula kau puja-puja, ternyata ia adalah laki-laki hidung belang yang jiwanya miskin. Karena ia mencintaimu hanya pada manfaat bukan martabat. Ia mencintaimu hanya untuk memperdaya bukan untuk menjaga.
Ketahuilah olehmu wahai wanita yang seharusnya dihormati, yang sudah sepantasnya untuk dimuliakan. Cinta sejati adalah cinta yang tak mendahului mencintai Sang Ilahi. Cinta sejati akan mengajarkanmu arti sebuah kesetiaan. Cinta yang kau bangun dan kau tumbuhkan, akan semakin membuatmu setia kepada Tuhan Sang Maha Rahman. Cinta sejati akan mengajarkanmu arti sebuah kepatuhan. Patuh akan perintah-Nya, patuh untuk meninggalkan setiap larangan-Nya, dan patuh untuk taat kepada-Nya. Cinta sejati akan mengajarkanmu arti sebuah kemenangan.
Tiada kemenangan yang paling nikmat kecuali bagi orang-orang yang taat. Ia akan menjadi pemudah bagi segala urusan-urusanmu, membukakan pintu solusi bagi setiap masalah-masalah dalam hidupmu, dan menjadi pemudah jalanmu menuju ke syurga. Cinta sejati akan menuntunmu kepada cahaya terang, jalan petunjuk dalam kehidupan. Ketika dirasa jalan hidup terasa gelap gulita, tak tahu arah hendak melangkah kemana, di saat itulah cinta sejatimu akan menuntunmu ke arah cahaya, yaitu petunjuk jalan yang terang benderang.
Untukmu duhai wanita yang akan menjadi penyempurna separuh agama. Ingatlah, selalu ada lelaki baik bagi wanita yang tidak pernah lelah untuk memperbaiki diri. Jangan kau bodohi rasamu, jangan pula kau nodai cintamu dengan “Pacaran”, sebuah cara mengekpresikan cinta yang salah, jalan yang ditempuh pun dengan cara yang tidak berkah, sehingga kau pun kehilangan arah. Cintailah dia yang taat pada-Nya. Semogakanlah dia yang kelak bisa menuntunmu ke jalan syurga. Cara terbaik untuk jatuh cinta adalah menitipkan dan memasrahkan hati ini kepada Sang pemilik cinta. Percayalah, takdir baik-Nya akan berpihak kepadamu. Ia akan tersusun rapi, kemudian terjadi begitu indahnya.
Untukmu para lelaki yang akan menjadi imam. Ingatlah, selalu ada wanita baik bagi lelaki yang tidak pernah lelah untuk memperbaiki diri. Bukankah janji Allah pasti, ia yang baik akan mendapatkan yang baik. Ia yang buruk, pun akan mendapatkan yang buruk pula. Hati wanita itu mudah luluh dan rapuh. Jangan sekali-kali kau menyentuhnya jika kau tak ingin menjaga seutuhnya. Jangan pula kau mempermainkannya jika kau tak berniat serius kepadanya. Jangan pernah mendekati, jika pada akhirnya kau akan pergi mengkhianati. Ingatlah olehmu duhai lelaki, cara terbaik untuk jatuh cinta adalah tidak pernah menyakiti, sehingga kau tak perlu mengobati.
Masih untukmu duhai kaum adam. Wanita dicipta bukan dari tulang ubun-ubun, karena ia akan terlena jika senantiasa dipuja dan disanjung. Bukan pula ia dicipta dari tulang kaki, sebab ia tak layak untuk diinjak dan diperbudak. Namun ia dicipta dari tulang rusuk kiri yang dekat dengan jantung hati untuk dicintai dan dekat dengan tangan untuk dilindungi. Jika kau mencintainya, kau akan menjaganya. Jika kau menyayanginya, kau akan melindunginya dari dosa dan nista. Jemputlah cintamu dengan cara yang berkah, kelak ia akan menjadi kisah yang indah. Jika kau yakin telah mencintai, maka dekatilah Sang pemilik hati. Dia akan mendekatkan hatimu dengan hatinya dan melipatkan jarakmu dengan jaraknya.
Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alami, cinta kepada diri-sendiri artinya bijaksana, cinta kepada mati adalah hidup, dan cinta kepada Tuhan adalah taqwa. Banyak orang memuja dan mendewakan cinta, mereka dilupakan dan dilenakan karena cinta, sehingga mereka tak memahami hakikat cinta sejati itu sendiri.
Ada kisah menarik, Suatu hari seorang pemuda mendapatkan sebuah peta dari seorang laki-laki tua. Laki-laki tua itu mengatakan di peta tersebut ada sebuah pulau yang di dalamnya ada sebuah batu permata yang sangat indah dan mahal. Kemudian berangkatlah sang pemuda ke pulau tersebut, dia mulai mencari satu persatu batu yang berserakan. Bila batu itu bukan yang dia cari, dia lemparkan kembali ke laut. Terus-menerus sampai berlangsung bertahun-tahun. Sampai dia menemukan batu permata itu, namun karena kebiasaan selama bertahun-tahun memungut batu dan melemparnya ke laut, batu permata itu pun tak luput terlempar ke laut. Kebiasaannyalah yang menjadikan dia melupakan apa yang dia cari. Begitulah kata-kata cinta sahabat, seperti kisah di atas. Terlalu mudah kata cinta itu terucapkan, sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Sampai dia lupa apa arti dari cinta itu sendiri.



“Dalam rasa cinta melibatkan sampai lima puluh tingkat perasaan. Dari kondisi yang membahagiakan, sampai pada yang menyedihkan. Dari adanya kerinduan, sampai keinginan untuk selalu mencurahkan kasih sayang. Dan dari cinta buta yang memperdayakan sampai cinta tertinggi yang melahirkan penghambaan”

-Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar