Move On
googleimages.com
“Keep going, everything you need
will come to you at the perfect time”
-Yasmin Mogahed-
Move On artinya berubah
dan berpindah. Berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain. Berpindah dari
satu tempat ke tempat lain. Bagaimana dengan Move On hati? Atau Move
On dari sebuah kebodohan rasa menuju kedewasaan rasa?. Move On dari
cinta yang salah menuju cinta yang berkah. Move On dari cinta dan
harapnya kepada manusia menuju cinta dan harapnya kepada Allah. Karena berharap
kepada manusia hanya akan berujung sakit dan kepahitan yang tiada tara.
Sedangkan berharap hanya kepada Allah semata akan berbuah manisnya bahagia.
Sahabat Ali bin Abi Thalib pun pernah berkata, “Kepahitan yang paling pahit
adalah berharap kepada manusia”. Berharap kepada manusia hanya akan berbuntut
rasa kecewa.
Ketika engkau memutuskan untuk meninggalkan dirinya, dia yang
sempat kau cinta dan kau puja. Menyudahi hubungan kasih yang sempat dijalani,
yang membuahkan kenangan-kenangan manis tak terlupakan. Sesungguhnya engkau
sedang menyelamatkan dirimu dari belenggu-belenggu durjana. Pun ketika engkau
dilepaskan olehnya, suatu saat engkau akan mengerti, kenapa engkau harus
bersyukur telah dilepaskan oleh seseorang yang dulu kau perjuangkan sepenuh
hati. Selalu ada rencana baik untuk orang-orang yang berubah karena Allah. Jangan
takut akan perubahan. Engkau mungkin kehilangan sesuatu yang baik namun kau
akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi.
Mungkin kau sulit melupakannya, karena hatimu telah diborgol kuat
oleh cintanya. Kebersamaan yang dibalut dengan kasih dan sayang, tertulis
begitu indah dalam ingatan, menjadi kenangan manis yang tak terlupakan. Mungkin
kau menganggap itu adalah hal terindah dan hadiah terbesar dalam hidupmu. Melupakannya
sama saja seperti kehilangan separuh hasrat untuk hidup. Pun ketika harus
melepaskannya, sama seperti jasad yang harus melepas ruhnya. Namun ingatlah,
jika kau mencintai sesuatu, lepaskan. Jika ia kembali padamu, berarti ia
milikmu. Jika tidak, ikhlaskan ia menjadi milik orang lain. Karena kau akan
mendapatkan penggantinya yang lebih baik. Jangan terlalu berharap untuk
dicintai, tapi berharaplah agar hati tetap bisa mencintai. Di saat kau tulus
melakukan sesuatu karena cinta, dan ketika sesuatu itu pergi, maka tiada
penyesalan mendalam di hati.
Barangkali cara terbaik jatuh cinta adalah dengan tidak berharap
bisa selalu bersama, setidaknya ketika berpisah, kau tak perlu merasa terluka.
Lupakan dirinya yang dulu sempat membuat janji untuk hidup bersama bahkan sehidup
semati. Namun janji hanya tinggal janji, ketika suatu hubungan tanpa ada ikatan
yang suci. Kau hanya akan membodohkan rasamu, mengotori niat cintamu. Move
On dari cinta dan harapnya kepada manusia menuju cinta dan harapnya kepada
Allah semata. Percayalah, orang yang bersama Allah tidak akan kehilangan
apa-apa. Tapi orang yang kehilangan Allah, pasti kehilangan segalanya.
Bukankah sendiri lebih baik, daripada berdua tapi berbuat dosa.
Lelahmu saat ini, untuk memulihkan hati dan memantaskan diri, akan berbuah
manis di kemudian hari. Sudahi atau halalkan. Ia yang baik, akan menyudahi
hubungan yang salah, kemudian menghalalkanmu untuk menjemput cinta yang berkah.
Namun ia yang buruk, akan berlama-lama mengajakmu melakukan dosa lewat sebuah
kebodohan rasa. Karena ia berjiwa miskin, mencintaimu hanya pada manfaat bukan
martabat. Jika ia mencintaimu, ia akan menjagamu dan menjunjung martabatmu
dengan menghalalkanmu.
Bahagia tidak harus bersama. Sendiri pun akan kau dapatkan
kebahagiaan, karena sendirimu adalah untuk ketaatan. Tidak ada ketaatan yang
sia-sia. Jika Allah sudah mencintaimu, memangnya kau butuh apa lagi?. Move
On itu pilihan, dan pilihan itu ada pada dirimu. Move On itu bukan
berarti memaksakan untuk melupakan, tapi mengikhlaskan demi sesuatu yang lebih
baik. Ketika Allah melepaskan sesuatu dari genggamanmu, Dia tidak sedang
menghukummu, namun hanya membuka tanganmu tuk menerima gantinya yang lebih
baik. Sosok dirinya memang indah, namun tanpanya, hidupmu masih punya arti. It’s
time to Move On. #Sekuel ke-2 Buku "Mencintaimu Dalam Diam"
#Let’sMove
“Sesungguhnya Allah tidak merubah
keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka
sendiri”
(Ar-Ra’d: 11)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar