Rabu, 29 Maret 2017

Mungkin Panjenengan Benar

Ada hal-hal yang kadangkala aku sendiri tidak memahami apa yang aku lakukan. Justru penilaianmu terhadapku, terhadap ucap, tindak, dan sikapku lebih menarik dan mengena untuk dijadikan pelajaran. Untuk penilaianmu kali ini, mutlak 99% benar. Dan rasanya aku hampir tidak ada pembelaan. Tapi dengan caramu menelisik dan menganalisa yang serba ala Sherlock Holms itu semakin membuat dirimu memesona di mataku.

Rasanya tidak adil jika kamu yang selalu bercerita. Meskipun aku ini orang yang lebih suka mendengar sebenarnya. Kata sahabat-sahabatku sih, aku adalah seorang pendengar yang baik. Mereka menilai dari sisi mananya aku juga kurang tahu. Yang jelas aku bisa duduk berjam-jam demi mendengar seorang sahabat bercerita. Hingga mereka merasa nyaman dan hampir-hampir tak ada habis curhatnya. Lama-lama mual juga sih…..

Tapi untuk cerita-ceritamu, hingga habis masa tua pun aku siap mendengarnya. Aku sudah membayangkan, nikmatnya seperti mendengar alunan musik Mozart. Kamu pun sudah bisa membayangkan kan….ekpresiku saat mendengarkanmu bercerita. Mengangguk-angguk, tersenyum terpesona, memangku dagu dan dibuat geleng-geleng karena takjub. Realitanya bisa jadi lebih ekstrim daripada itu…..

Rasanya dua-tiga paragraf di atas kurang begitu penting. Aku ingin lebih sedikit serius. Meskipun aku ini lebih suka suasana dibuat humoris sih. Menjadi penting bukan merawat sikap humoris, dan kamu tentu juga sepakat denganku, bahwa orang yang tertawa, maka dunia akan ikut tertawa bersamanya. Dan orang yang bersedih, maka ia akan bersedih sendiri. Bukankah dengan sedikit jenaka, humoris, ia mampu membantumu melupakan masalah-masalah yang bersarang di kepala. Meskipun sejenak. Tapi itu cukup melegakan bukan..? Yah. Intinya ada hal-hal yang perlu dibuat serius. Dan ada kalanya kita butuh hal-hal yang membuat masalah-masalah kita sedikit agak mereda.
Begini. Tidak ada hal yang paling membuat seorang laki-laki bahagia selain ia bisa membuat tersenyum orang yang dicintainya. Apapun akan ia lakukan demi melihat orang yang dicinta bahagia. Tentu akan berbalas pelukan dan kecupan mesra. Itulah cara laki-laki menjaga agar cinta tetap tumbuh dan bersemi. Meskipun tidak semua laki-laki pandai mengekspresikannya, pada tempat dan waktu atau dengan cara yang terkadang justru membuat wanita tidak suka.

Mungkin aku terlalu berlebihan, atau caraku yang kurang benar? Atau aku kurang tahu tempat dan waktu yang tepat untuk mengungkapkan?. Jika demikian. Mohon maaf, aku yang salah. Dan semampuku aku akan terus belajar untuk mengertimu. Semata-mata aku hanya ingin melihatmu bahagia, mendengarkan kabarmu baik-baik saja di sana. Hanya doa dan kata cinta yang bisa kuucap dan tuliskan. Semoga sedikit membantu di kala cemas dan kesulitan.

Ok. Soal ide dan pikiran. Ngomong-ngomong kamu SuFi juga ya? Suka Film……? Kolektor film juga nggak? Film-film yang ber-genre apa yang paling kamu suka? Kalau aku sih film yang inspiratif, yang menjadi pelajaran untuk mencari jati diri dan juga siap hadapi quarter life crisis. Mungkin 10 film ini bisa menjadi referensi buat kamu tonton….pasti nanti akan sangat seru saat kita membincangkannya atau membedahnya.

.          Into The Wild
      The Fault In Our Stars
      Whiplash
      500 Days of Summer
      Garden of State
      The Devil Wears Prada
      Walking and Talking
      Almost Famous
      Beaches
     Reality Bites

Aku sepakat dengan pernyataanmu, bahwa ternyata, segalanya bisa dibicarakan. Setidaknya bisa membuat kita menghilangkan rasa jenuh sesaat dan syukur bisa membuat cinta semakin tumbuh dan kuat.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar