Mungkin
Panjenengan Benar
Ada hal-hal
yang kadangkala aku sendiri tidak memahami apa yang aku lakukan. Justru penilaianmu
terhadapku, terhadap ucap, tindak, dan sikapku lebih menarik dan mengena untuk
dijadikan pelajaran. Untuk penilaianmu kali ini, mutlak 99% benar. Dan rasanya aku
hampir tidak ada pembelaan. Tapi dengan caramu menelisik dan menganalisa yang
serba ala Sherlock Holms itu semakin membuat dirimu memesona di mataku.
Rasanya
tidak adil jika kamu yang selalu bercerita. Meskipun aku ini orang yang lebih
suka mendengar sebenarnya. Kata sahabat-sahabatku sih, aku adalah seorang pendengar
yang baik. Mereka menilai dari sisi mananya aku juga kurang tahu. Yang jelas aku
bisa duduk berjam-jam demi mendengar seorang sahabat bercerita. Hingga mereka
merasa nyaman dan hampir-hampir tak ada habis curhatnya. Lama-lama mual juga
sih…..
Tapi
untuk cerita-ceritamu, hingga habis masa tua pun aku siap mendengarnya. Aku sudah
membayangkan, nikmatnya seperti mendengar alunan musik Mozart. Kamu pun sudah
bisa membayangkan kan….ekpresiku saat mendengarkanmu bercerita. Mengangguk-angguk,
tersenyum terpesona, memangku dagu dan dibuat geleng-geleng karena takjub. Realitanya
bisa jadi lebih ekstrim daripada itu…..
Rasanya
dua-tiga paragraf di atas kurang begitu penting. Aku ingin lebih sedikit
serius. Meskipun aku ini lebih suka suasana dibuat humoris sih. Menjadi penting
bukan merawat sikap humoris, dan kamu tentu juga sepakat denganku, bahwa orang
yang tertawa, maka dunia akan ikut tertawa bersamanya. Dan orang yang bersedih,
maka ia akan bersedih sendiri. Bukankah dengan sedikit jenaka, humoris, ia
mampu membantumu melupakan masalah-masalah yang bersarang di kepala. Meskipun sejenak.
Tapi itu cukup melegakan bukan..? Yah. Intinya ada hal-hal yang perlu dibuat
serius. Dan ada kalanya kita butuh hal-hal yang membuat masalah-masalah kita
sedikit agak mereda.
Begini.
Tidak ada hal yang paling membuat seorang laki-laki bahagia selain ia bisa
membuat tersenyum orang yang dicintainya. Apapun akan ia lakukan demi melihat
orang yang dicinta bahagia. Tentu akan berbalas pelukan dan kecupan mesra. Itulah
cara laki-laki menjaga agar cinta tetap tumbuh dan bersemi. Meskipun tidak
semua laki-laki pandai mengekspresikannya, pada tempat dan waktu atau dengan
cara yang terkadang justru membuat wanita tidak suka.
Mungkin
aku terlalu berlebihan, atau caraku yang kurang benar? Atau aku kurang tahu
tempat dan waktu yang tepat untuk mengungkapkan?. Jika demikian. Mohon maaf,
aku yang salah. Dan semampuku aku akan terus belajar untuk mengertimu. Semata-mata
aku hanya ingin melihatmu bahagia, mendengarkan kabarmu baik-baik saja di sana.
Hanya doa dan kata cinta yang bisa kuucap dan tuliskan. Semoga sedikit membantu
di kala cemas dan kesulitan.
Ok. Soal
ide dan pikiran. Ngomong-ngomong kamu SuFi juga ya? Suka Film……? Kolektor film
juga nggak? Film-film yang ber-genre apa yang paling kamu suka? Kalau aku sih film
yang inspiratif, yang menjadi pelajaran untuk mencari jati diri dan juga siap
hadapi quarter life crisis. Mungkin 10 film ini bisa menjadi referensi
buat kamu tonton….pasti nanti akan sangat seru saat kita membincangkannya atau
membedahnya.
. Into
The Wild
The
Fault In Our Stars
Whiplash
500
Days of Summer
Garden
of State
The
Devil Wears Prada
Walking
and Talking
Almost
Famous
Beaches
Reality Bites
Aku sepakat
dengan pernyataanmu, bahwa ternyata, segalanya bisa dibicarakan. Setidaknya bisa
membuat kita menghilangkan rasa jenuh sesaat dan syukur bisa membuat cinta
semakin tumbuh dan kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar